Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Januari 2014

Hargai Kehormatanmu Wahai Para Gadis

Ini tentang kehormatan yang dimiliki oleh seorang wanita, pendek kata tentang keperawanan. Kalau jaman si mbah kita dulu, yang namanya keperawanan itu dijaga sangat amat ketat, gimana ngga’, mereka menganggap seks sebagai hal yang tabu, jadi ketika saat ini mereka mendengar tetangganya menikah karna hamil duluan, apa komentarnya, pasti komentar yang sangat pedas. Bahkan kalau ngeliat artis – artis pake rok mini atau hotpants, mereka bilang artis itu lagi bugil, padahal di jaman kita, kaya’ gitu namanya fashion. Sungguh berbeda sekali bukan…

Kamis, 02 Januari 2014

" Panas " nya Anak SMU Sekarang

Masa usia SMA adalah masa transisi, mereka mencari-cari apa dan siapa dirinya sebenarnya. kebanyakan dari mereka gagal dalam mencari jati diri dan terjerumus dalam kegagalan. namun ada yang sementara dan ada yang berkelanjutan. Pencarian jatidiri anak" SMU atau usia belasan sangat di pengaruhi oleh faktor lingkungan.
Berikut ini, ada sedikit contoh mengenai fakta anak SMU.


Rabu, 11 Desember 2013

Hijab ... Dari Hati atau Trend ???







APA JILBAB ITU?

Jilbab atau hijab secara syari’at merupakan bagian pakaian yang wajib digunakan untuk menutupi kepala wanita hingga ke dadanya. Maka, sesuatu pakaian dapat disebut hijab apabila menutupi kepala, leher, hingga dada. Tidak disebut hijab jika hanya menutupi kepala saja, atau leher saja, atau hanya menutup dada saja.




Dalilnya adalah:

“…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…” [QS. An-Nuur 24:31]
Allah tidak memerintahkan kepada para wanita: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung di kepalanya”, atau: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain di dadanya”, tetapi Dia berfirman: “Dan hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya.” Artinya ialah bahwa Allah menghendaki agar para wanita menutup kain dari kepalanya hingga ke dadanya.

Dari ayat ini maka para wanita Muslimah perlu memperhatikan apa yang ia pakai. Apakah benar-benar hijab yang sesuai hukum Allah, ataukah hanya kain yang dihias-hias oleh tukang salon. Ingat, hijab bukanlah mode yang bertujuan membuat wanita lebih cantik, justru hijab dipakai agar wanita terlindungi dari fitnah. Itulah salah satu tujuan syari’at.


Kamis, 05 Desember 2013

Posisi Making Love Terbaik






Wanita memiliki kemampuan untuk mendapatkan orgasme berkali-kali dalam satu sesi kegiatan seksual bersama pasangan. Bagi beberapa wanita, mendapatkan orgasme bukan hal yang mudah. Posisi yang itu-itu saja kadang membuat wanita bosan dan ingin mencoba gaya lain yang lebih menantang sekaligus bisa menghasilkan ledakan orgasme hebat berkali-kali.
Jangan takut mengajak suami untuk mencoba posisi seks baru. Berganti-ganti posisi seks setiap kali berhubungan intim akan menimbulkan sensasi berbeda. Yang harus dipastikan, Anda dan suami merasa nyaman. Sudah siap? Mari lihat berbagai posisi seks yang lebih menantang dan membuat Anda ingin mencobanya lagi.



Jumat, 25 Januari 2013

Jilbab Gaul: Berpakaian Tapi Telanjang




Pernahkah kita berpikir mengapa begitu banyak perempuan dan wanita muslim yang mengenakan ‘jilbab’, namun berpakaian sangat ‘provokatif,’ misalnya menampakkan lekuk-lekuk kemolekan tubuhnya? Fungsi jilbab yang semestinya diarahkan untuk menutupi aurat, seperti dada dan pinggul, justru malah diabaikan.

Sejatinya, penutup kepala seperti itu bukanlah jilbab dalam perspektif hijab yang disyariatkan Islam. Orang-orang lebih menyebutnya dengan “kerudung gaul”. Atau diistilahkan Milasari Astuti –dalam artikelnya di sebuah situs Islam— dengan istilah “jilbab cekek”, karena memang benar-benar hanya sebatas nyekek leher. Maksudnya, seorang perempuan muslim mengenakan kerudung yang menutupi kepala dan rambutnya, namun berpakaian tipis, transparan, atau ketat sehingga menampakkan lekuk tubuhnya. Semisal, kepala dibalut kerudung atau jilbab, namun berbaju atau kaos ketat, bercelana jean atau legging yang full pressed body, dan lain sebagainya.

Fenomena kerudung gaul atau jilbab cekek adalah fenomena yang sangat membingungkan bagi setiap muslim atau muslimah yang memahami ajaran Islam dengan benar. Ini mengingat, seorang perempuan atau wanita muslim yang mengenakan kerudung gaul, dalam benaknya dia ingin menutup aurat, namun juga ingin tampil pamer modis dan cantik.

Rabu, 24 Oktober 2012

PAKAIAN PELACUR Menjangkiti Wanita Indonesia


Hotpants, sejenis celana super pendek, kini bukan hanya dikenakan wanita saat ke kamar mandi atau rehat di ranjang tidurnya. Hotpants belakangan ini menjadi trend di kalangan wanita muslimah, tidak hanya dikenakan dalam suasana informal, tapi juga dalam ruang-ruang formal. Hotpants seolah menjadi pakaian kebesaran wanita abad ini.

Inilah realita dan fenomena yang kian mengakar di masyarakat. Betapa Hotpants bak jamur di musim hujan. Atau lebih tepatnya, virus budaya yang meracuni perilaku dan gaya hidup generasi muda Islam, disadari atau tanpa disadari.


Daya betot hotpants tak mengenal usia, mulai dari pelajar SMP, SMA, Mahasiswa, hingga ibu rumah tangga. Virus Hotpants merajalela di mall-mall, di jalan-jalan, di panggung-panggung hiburan, di layar kaca, di majalah-majalah, bahkan ironisnya lagi Hotpants dikenakan saat reoni, kondangan, hingga mengambil raport anak di sekolah.

Sabtu, 18 Agustus 2012

Tradisi Lebaran





Memberi hadiah atau bingkisan kepada orang tua, kerabat dan tetangga. Hadiah yang diberikan bisa berupa uang, pakaian atau makanan khas Lebaran. Tujuannya untuk merekatkan ikatan batin. Lebih spesifik lagi, munjung merupakan ekspresi rasa bakti dan hormat anak terhadap orang tuanya. 

Di sejumlah daerah, khususnya Jawa, bingkisan atau punjungan lebih dititik-beratkan pada jenis makanan khas Lebaran seperti nasi ketupat dan lauk-pauk pendukungnya. Makanan tersebut biasanya dimasak sendiri di rumah. Munjung menjadi ajang kreati-vitas kuliner tahunan bagi kaum perempuan, di mana kepiawaian perempuan dalam mengolah bahan pangan benar-benar diuji. 

Kamis, 14 Juni 2012

Kewirausahaan Orang Jawa

Siapa bilang orang Jawa tidak punya jiwa kewirausahaan atau entrepreneurship? Lihat semangat mbok-mbok bakul di pedesaan Jawa, tiap hari bangun pagi, memasak, kemudian menjajakan dagangannya di pasar. Lihat pula, pedagang sayur-sayuran, yang sejak pagi buta membeli sayur-mayur di pasar induk lalu menjual kembali di pasar-pasar yang lebih kecil di desa-desa.

Sejak dulu kewirausahaan berkembang pesat di berbagai wilayah Jawa. Sebut misalnya, masyarakat Laweyan Solo dan Pekalongan dengan bisnis batik, Kudus dengan bordir dan rokok keretek, Jepara dengan ukir-ukiran kayu dan tenun troso, serta Tegal dan Klaten dengan cor logam.

Tidak benar pandangan orang bahwa entrepreneurship adalah masalah kesukuan. Misalnya, anggapan orang Minang, Bugis, Sunda memiliki jiwa entrepreneurship lebih tinggi dari suku lain, atau etnis Tionghoa memiliki jiwa kewirausahaan lebih unggul. Itu hanya mitos, dan itu harus dikikis.

Entrepreneurship bukan soal kesukuan atau keturunan. Itu adalah semangat yang dapat dibangun melalui lingkungan kondusif atau pelatihan yang memadai. Mengapa orang Jawa sering dipersepsikan tidak memiliki jiwa kewirausahaan?
Dominasi pengaruh keraton dengan kultur priayi, menyebabkan budaya yang berkembang di masyarakat Jawa sering diidentikkan dengan budaya priayi yang tidak mendukung kultur kewirausahaan. Pengaruh itu juga menyebabkan munculnya pandangan bahwa wirausaha adalah kelompok masyarakat kelas dua. 


Selain itu, kaidah budaya Jawa, rukun dan hormat, sering dimanifestasikan sebagai ajaran yang mengeliminasi, atau bahkan bertentangan dengan semangat kewirausahaan. Nilai-nilai harmonisasi sering dianggap menghambat entrepreneurship. Seolah-olah kewirausahaan tidak cocok dengan kaidah-kaidah Jawa.

Salaf tafsir itu kemudian menyebabkan kebanyakan orang tua Jawa mendidik anak-anak mereka dalam nuansa deentrepreneurship. Sak madya, sak cukupe, narima ing pandum, alon-alon waton kelakon, ewuh pakewuh, mangan ora mangan asal kumpul, tuna sathak bathi sanak, dan masih banyak lagi sering dimaknai negatif. Itulah sebabnya untuk mengubah persepsi dan membangun jiwa kewirausahaan Jawa, habitus dan ranah itu harus diubah.

Teks-teks Jawa itu perlu dikontekstualkan dengan perkembangan zaman mengingat teks itu bukan harga mati yang absolut. Sak madya, sak cukupe, dan narima ing pandum harus dimaknai sebagai ajaran yang mengingatkan bahwa manusia harus progresif tapi tak boleh rakus atau serakah, bukan sebagai ajakan malas berusaha. Alon-alon waton kelakon harus dipahami sebagai nilai-nilai ketekunan, akurasi, efektivitas, dan kewaspadaan dalam berusaha, bukan sebagai ajakan lamban dan mengabaikan kualitas pekerjaan.

Mangan ora mangan asal kumpul tidak berarti yang penting berkumpul meskipun tidak makan. Ungkapan itu harus diartikan sebagai ajakan berjuang keras dan cerdas agar dapat mencapai kemandirian finansial sehingga selalu bisa berkomunikasi (kumpul) dengan sanak saudara pada era digital sekarang ini.

Tuna sathak bathi sanak harus dimaknai sebagai nilai-nilai jejaring (networking), bahwa akses lebih penting daripada aset, bukan diartikan sebagai tidak masalah rugi harta atau uang dalam menjalin persahabatan atau bisnis. Jejaring itulah yang sangat penting dalam membangun jiwa kewirausahaan.

Mengubah persepsi dan pemahaman untuk membangun Jawapreneurship memang tidak mudah, namun bukan berarti tidak dapat dilakukan. Perlu reformasi budaya yang didukung pecinta serta pemerhati budaya dan kearifan lokal Jawa serta pemerintah, sehingga budaya Jawa tidak mandek dan masyarakatnya hanya menjadi penonton.

Kamis, 10 Mei 2012

64 tahun Papa...

Hari ini, adalah setahun lagi penuh berkah yang kami lewati bersama segala kebaikan yang Ayah tebar ke sekeliling. Membuat kami belajar, bahwa kami tak akan mampu menyamai apa yang ayah lakukan saat ini, untuk orang banyak.

Ayah dari beberapa orang anak, yang banyak mengalami masa hitam dan putih kehidupannya, yang penuh dengan air mata dan juga tawa.

Dalam sepanjang kehidupannya, seorang ayah yang kuat menghadapi setiap kegagalan dan juga keberhasilan putra dan putrinya, yang sering sekali teriris hatinya karena perilaku anak anaknya. Tetapi tidak pernah berhenti tersenyum, meski hidupnya begitu lelah.

Ayah yang pernah memelukku dengan begitu pilu ketika aku menangis dan hampir pingsan saat melepas kepergian mama. Dalam usia yang sudah tidak lagi muda, aku masih saja bergantung padanya, walaupun hanya masalah mengurus KTP atau kawan-kawannya. Yang rela berlari kesana dan kemari demi aku.

Ayah yang selalu berkata dia kuat ketika kami membuat dia terluka, juga ketika kehilangan pendamping hidupnya selama 35 tahun, padahal aku tau dia tidak sekuat kata-katanya.

Terkadang aku begitu takutnya suatu saat dia pergi dariku, sama seperti kepergian Ibunda tercinta 5 bulan yang lalu.

Dalam diam seorang ayah aku sering bergetar ingin mengucapkan sesuatu, bahwa aku begitu mencintainya, tetapi mengapa sulit sekali mengatakan hal itu. Apakah ayah akan tahu hanya dari sikapku. Entahlah………

Aku takut jika suatu saat aku akan membuat hatinya begitu terluka melebihi segala duka yang pernah diberikan anak-anaknya selama hidupnya.

Begitu banyak kenangan indah dalam hidupku bersama ayah. Ciuman dipipi yang dulu mendarat semasa aku kecil begitu indah, pelukan hangat jika aku menangis, bahkan amarahnya yang kurasakan begitu mengerikan walau hanya berkata-kata. karena dia tidak pernah memberi amarah melalui pukulan, hanya dengan nasihat dan kata-kata, sering sekali membuatku menganggap bahwa itu adalah saat amarah sang ayah datang. dan jarang sekali dia berkata-kata saat marah.

Teruntuk ayah yang bijaksana yang selalu memberi kebahagiaan kepada orang lain, memberi berkah pada hidup orang lain. Ayah pernah bilang, roda akan selalu berputar. Begitu juga roda hidup. Tak selamanya kita akan berada diatas. Pada satu putaran hidup, akan sempat menempatkan kita di bawah. Maka, jangan terlalu tinggi memandang kehidupan pada saat kita diatas, agar kita masih tetap berpijak di bumi dan tak terjatuh ketika roda mengangkat kita demikian tinggi.

Ada kebanggaan luar biasa besar untuk memiliki sosok panutan sekaligus kesayangan Ada do’a yang tak pernah putus, sekalipun waktu telah merenggut banyak momen kita. Untuk setiap detik perhatian dan barisan kalimat bijaksana yang selalu kami dapatkan Ketika diam berarti tidak, dan kemarahan tanpa kata-kata; kami belajar bagaimana caranya menjadi pribadi terhormat. Ketika canda halus dan kesabaran tanpa batas selalu menjadi kenangan yang tak pernah dilupakan orang-orang; kami mengerti bahwa keikhlasan adalah segalanya Kami mengerti arti ketulusan yang tak terbalaskan.

Untuk Ayah terhebat yang mengulang tahun di hari ini;
Selamat ulang tahun, Ayah kesayangan kami semuă.

Kamis, 23 Februari 2012

Anak Sering Membantah, Ajari Sikap Disiplin


Banyak orangtua yang berteriak atau marah-marah saat anak tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan? Marah bukanlah solusi yang tepat lebih baik orangtua menerapkan disiplin untuk anak-anaknya.

Anak-anak seringkali bertingkah di meja makan, menolak disuruh tidur atau susah diatur di tempat umum. Tapi marah-marah bukanlah penyelesaian yang baik, karena tidak akan membuat anak menghargai orangtua dan menurutinya.

Penting bagi orangtua untuk menetukan dan mengajarkan anak-anak hal apa saja yang bisa diterima serta hal apa saja yang tidak dapat diterima, menetapkan batasan-batasan tapi tetap membuat anak merasa nyaman.

Sayangnya banyak dari orangtua yang tidak konsisten dengan keputusannya, terkadang orangtua membiarkan anaknya melakukan kesalahan tapi di lain waktu menjadi ekstra keras saat anak melakukan kesalahan yang sama.

Mengajarkan disiplin pada anak memang pekerjaan yang sulit, tapi jika hal ini berhasil dilakukan maka kepuasan besar akan dirasakan oleh orangtua.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua untuk menerapkan kedisiplinan itu, antara lain:

1. Pilihlah strategi yang tepat. Buatlah strategi yang tepat dengan menerapkan batasan yang jelas serta konsekuensi yang harus diterima anak jika melanggar batasan tersebut.

2. Gunakan kontak mata. Jika anak melakukan suatu kesalahan atau tidak mau menurut, tidak perlu berteriak atau marah-marah. Tapi cukup menatap mata anak dan dengan sendirinya anak pasti sudah mengerti.

3. Berhenti mengomel. Cukup berikan instruksi yang jelas pada anak, jika anak tidak mau menuruti berikan konsekuensi yang sudah disepakati bersama.

4. Beri tanda penghargaan. Buatlah peraturan apabila anak bisa berlaku disiplin akan mendapatkan penghargaan seperti bintang. Setiap akhir minggu jumlahkan berapa bintang yang telah didapatkan anak dan beri penghargaan yang lebih tinggi lagi.

5. Istirahatkan diri. Jika orangtua tidak bisa menahan diri, menjauhlah dari anak dan biarkan menenangkan diri terlebih dahulu agar tidak meluapkan kemarahannya pada anak dengan mengomel atau berteriak.

6. Diskusikan segala sesuatu dengan anak. Jika anak sudah cukup mengerti untuk diajak berbicara, maka ajaklah anak untuk terlibat dalam menetapkan segala macam peraturan yang akan dibuat.

Apapun strategi yang akan digunakan dalam menerapkan disiplin pada anak, hal yang paling penting adalah orangtua harus tetap konsisten. Jika tidak konsisten anak akan menjadi bingung apa yang sebenarnya diinginkan oleh orangtuanya.



Minggu, 05 Februari 2012

Dampak Masturbasi/Onani Bagi Remaja

99% remaja laki-laki di dunia ini pada umumnya pasti sudah pernah melakukan masturbasi / onani, biasanya dilakukan antara umur 17 s.d 20 tahun. Banyak pandangan yang mengungkapkan 'kebiasaan' ini normal, dan tak jarang yang mengatakan ini tidak baik.

Jika dilihat dari sisi seksologi, hal ini adalah 'biasa' karena dorongan hormon testosteron sedang aktifnya pada umur 17 s.d 20 tahun. Jika dilihat dari sisi norma manusia dan agama, sudah pasti dilarang. Jadi, mana yang benar?
Saya akan mengajak anda untuk menelaah lebih jauh kebaikan dan keburukan dari masturbasi / onani bagi para remaja laki-laki.

Keuntungan:
--> Agar tidak 'kaget' pada MP / Malam Pengantin / Malam Pertama.
--> (Katanya) Mr. P bisa besar, panjang, dan kuat. (ini tidak benar)
--> Mencegah kanker prostat. (mungkin ya, mungkin tidak)

Keburukan:
(secara fisik)
--> Berpotensi terhadap ejakulasi dini kelak jika melakukan hubungan seksual dengan istri.
--> Resiko terserang kanker prostat di usia senja makin besar.
--> Kemungkinan Mr. P dan Testis 'cepat rusak'.
--> Konsentrasi susah / sulit fokus.
--> Tidur tidak nyenyak / insomnia.
--> Jantung berdebar terus menerus.
--> Paru-paru bekerja tidak optimal / nafasnya cepat.
--> Kepala sering pusing.

(secara mental)


--> Perasaan bersalah setelah masturbasi / onani.
--> Pada beberapa kasus, banyak anak muda yang kecelakaan ketika beraktifitas / bekerja akibat tidak fokus / konsentrasi.
--> Jadi sering melamun.
--> Berpotensi terserang penyakit psikologi yang bernama 'Bipolar Disorder' (Gangguan Bipolar), jika terserang penyakit ini akan sulit disembuhkan, obatnya adalah kekuatan iman. Hasil dari penyakit ini jika makin parah akan menjadi sex maniac / seks maniak.
--> Jika sudah terbiasa masturbasi / onani, maka ketika ditahan untuk tidak melakukannya, sang sperma akan keluar dengan sendirinya (ini kasus paling kronis). Karena ini adalah hasil dari perintah otak yang tidak dapat 'menahannya'.
--> Mudah marah, pelampiasannya adalah masturbasi.
Bagaimana? Kaget? Bingung? Memang fakta-fakta di atas adalah benar adanya. Jadi, cegahlah sejak dini. Lalu, bagaimana cara mencegahnya?
Ini caranya:
--> Rajin beribadah / mendekatkan diri ke agama dan hal-hal yang dianjurkan agama.
--> Lakukan kegiatan positif seperti main game / gaming, baca buku, nonton TV / Bioskop / DVD, Browsing dsj.
--> Hindari pikiran, ucapan, dan perbuatan yang berjenis pornografi / pornoaksi.
--> Cari pergaulan/teman yang positif / membangun diri kita.
--> Jangan nonton / download / lihat hal-hal yang menjurus ke arah pornografi / pornoaksi dalam bentuk apapun.
--> Jika punya 'koleksi' di komputer, rak, dan tempat-tempat 'rahasia' lain. Binasakan semuanya sedini mungkin.
--> Dengarlah lagu-lagu yang 'ear-friendly'. Jangan mendengar lagu-lagu dugem. Bisa memunculkan pikiran negatif.
--> Kendalikan dirimu sendiri.
--> Jika teman/relasi/keluarga mengajak beraktifitas / jalan-jalan, usahakan ikut berpartisipasi, jika anda sering berada di rumah / kamar sendirian, makin besar potensi anda untuk masturbasi / onani.
--> Jangan melamun.

Tambahan Info :
Masturbasi yang berlebihan apalagi hingga tahap kompulsif (terus dilakukan berulang-ulang tanpa bisa menghentikannya) dapat mengganggu keseimbangan fisik dan psikis. Biasanya orang yang melakukan masturbasi juga ketagihan pornografi (baca juga kecanduan pornografi).
Menurut pakar seksual, masturbasi yang berlebihan dapat merangsang fungsi saraf parasimpatik sehingga menghasilkan asetilkolin. Rangsangan berlebihan ini dapat memicu dihasilkannya hormon sex lebih banyak dan neurotransmiter seperti asetilkolin, dopamine dan serotonin yang menyebabkan perubahan kimia tubuh.
Efek samping dari perubahan kimia tubuh menimbulkan kelelahan, kerontokan rambut, kehilangan daya ingat. penglihatan kabur serta sakit pada testis. Masturbasi berlebihan menekan fungsi sistem saraf dan hati, yang akan menimbulkan kelelahan secara seksual (terutama pada para laki-laki muda). Hal ini termasuk terjadinya disfungsi ereksi atau impotensi pada pria sebelum usia matang mereka menjelang. Kebocoran air mani, keluarnya sperma dari penis tanpa ereksi, digambarkan sebagai masalah umum lain yang dihubungkan dengan masturbasi berlebihan. Ini menjadi pertanda bahwa saraf yang mengontrol katup ejakulasi melemah sebab terlalu sering digunakan dan mendapat rangsang berlebihan. Hal ekstrim yang lain jika dihubungkan dengan masalah fisik, keinginan berlebihan melakukan masturbasi menyulitkan hubungan Anda dengan pekerjaan dan keluarga, seperti halnya kecanduan alkohol atau judi. Pokoknya asyik dengan diri sendiri dan abai dengan dunia sekelilingnya. Bagaimana cara menghentikan masturbasi? Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengurangi frekuensinya. bagi sebagian orang, ini adalah hal sulit dilakukan. Tapi bukan hal tidak mungkin jika ada tekad kuat kan?

Jumat, 02 Desember 2011

Mitoni ... Budaya Jawa Yang ( Hampir ) di Lupakan



Upacara tingkepan disebut juga mitoni berasal dari kata pitu yang artinya tujuh, sehingga upacara mitoni dilakukan pada saat usia kehamilan tujuh bulan, dan pada kehamilan pertama.Dalam pelaksanaan upacara tingkepan, ibu yang sedang hamil tujuh bulan dimandikan dengan air kembang setaman, disertai dengan doa-doa khusus.

A. Tata Cara Pelaksanaan upacara Tingkepan :

    Siraman dilakukan oleh sesepuh sebanyak tujuh orang. Bermakna mohon doa restu, supaya suci lahir dan batin.Setelah upacara siraman selesai, air kendi tujuh mata air dipergunakan untuk mencuci muka, setelah air dalam kendi habis, kendi dipecah. Memasukkan telur ayam kampung ke dalam kain (sarung) calon ibu oleh suami melalui perut sampai pecah, hal ini merupakan simbul harapan supaya bayi lahir dengan lancar, tanpa suatu halangan.


    Berganti Nyamping sebanyak tujuh kali secara bergantian, disertai kain putih. Kain putih sebagai dasar pakaian pertama, yang melambangkan bahwa bayi yang akan dilahirkan adalah suci, dan mendapatkan berkah dari Tuhan YME. Diiringi dengan pertanyaan sudah “pantas apa belum”, sampai ganti enam kali dijawab oleh ibu-ibu yang hadir “belum pantas.” Sampai yang terakhir ke tujuh kali dengan kain sederhana di jawab “pantes.”

Senin, 08 Agustus 2011

Jawaban Yang Selalu di Tolak Saat Interview

G = orang HRD
P = Pelamar


Ditanya sudah ada rumah?

G :kamu sudah punya rumahatau belum?
P : belum..
G : Wah kamu ndak bisa diterima.
P : lho kok begitu.?
G : nanti kamu pasti ngajuin utang ke perusahaan...

Ditanya kendaraan?
G : Tadi ke sini naek apa?
P : saya Naik mobil...
G : Kamu ndak diterima...
P : sebabnya ?
G : Sekarang BBM naik terus, nanti kamu minta naek gaji terus

P : Wo, tadi saya cuman ngikut temen, kok..
G : makin ndak diterima.
P : Lho, lha kok?
G : Nanti cuman bisanya ngikut mobil kantor.... Ngerepotin!

Ditanya anak?
G : Anakmu banyak apa sedikit?
P : banyak, Pak...
G : Kamu ndak diterima..
P : Sebabnya..?
G : Kamu kerja ndak konsen, cuman mikirin bikin anak meluluu.....
P : Lha wong cuman anak adopsi, kok.
G : Makin ndak diterima.
P : Lho, lha kok ?
G : Bikin anak aja males, apalagi kerja..

Ditanya kerjaan?
G : Kamu dah tahu kerjaanmu belum?
P :Belum
G :Kamu ndak diterima
P : Sebabnya?
G : Mau kerja kok ndak tahu kerjaannya...
P : Oo...kalo kerjaan itu sudah tahu koq...
G : Makin ndak diterima...
P : Lho, lha kok .. ?
G : Kamu kan cuman mau sok tahu..kan???

Ditanya sering sakit?

G : Kamu sering sakit?
P : Tidak
G : kamu ndak diterima
P : Sebabnya?
G : Pasti bakal sering bolos, lha wong jarang sakit...
P : Ya..sebenernya ya sering.
G : Makin ndak diterima....
P : Lho, lha kok ... ?
G : Di sini ndak mempekerjakan karyawan penyakitan....

Ditanya teknologi?

G : Kamu bisa pake internet?
P : Ndak bisa
G : Kamu ndak diterima
P : Sebabnya?
G : Di sini ndak nerima orang Gaptek.
P : Wah, sebenernya sih bisa.
G : Makin ndak diterima
P : Lho, lha kok ..?
G : Pasti bakalan ndak kerja, kebanyakan pake internet, kan? Ngabis2in bandwith!



Ditanya kondisi jiwa?


G : Kamu waras apa tidak?
P : Lha, saya ya waras dong,Pak....
G : Tidak diterima...
P : Kenapa?
G : Nanti kamu pasti ndak krasan di sini....
P : Itu dulu,Pak.. sekarang sih sudah rada gila...
G : Makin ndak diterima.
P : Wah..gimana sih?
G : Nanti aku punya saingan

Jumat, 29 Juli 2011

Renungkanlah !!!!

•Disaat kamu ingin melepaskan seseorang.. ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya.
•Disaat kamu mulai tidak mencintainya.. ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya.
•Disaat kamu mulai bosan dengannya.. ingatlah selalu saat terindah bersamanya.
•Disaat kamu ingin menduakannya.. bayangkan jika dia selalu setia.
•Saat kamu ingin membohonginya.. ingatlah disaat dia jujur padamu.
•Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu, jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu, kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu.
•Yang indah hanya sementara.
•Yang abadi adalah kenangan.
•Yang ikhlas hanya dari hati.
•Yang tulus hanya dari sanubari.
•Tidak mudah mencari yang hilang.
•Tidak mudah mengejar impian.
•Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada, karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga.
•Ingatlah pada pepatah,
"Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini".
•Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif.
•Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas.
•Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa, namun... Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi, sehelai benang pun tak bisa dimiliki.
Apalagi yang mau diperebutkan
Apalagi yang mau disombongkan
•Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani.
•Jangan terlalu perhitungan.
•Jangan hanya mau menang sendiri.
•Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita.
•Belajarlah tiada hari tanpa kasih.
•Selalu berlapang dada dan mengalah.
•Hidup ceria, bebas leluasa.
•Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan.
•Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan.
•Tak ada dendam yang tak bisa terhapus.

Sabtu, 23 Juli 2011

10 Hal Yang Memperlambat Keberhasilan

1. HARGA DIRI YANG BERLEBIH
Harga diri yang berlebih adalah salah satu penghambat seseorang mencapai keberhasilannya , orang yang mempunyai harga diri yang berlebih merasa dia bisa memecahkan masalah apapun tanpa membutuhkan bantuan orang lain , orang seperti ini merasa bahwa bantuan orang lain akan merendahkan harga dirinya walau pada kenyataannya tidak , hal ini akan membuat orang lain enggan untuk membantunya , walau dalam kenyataannya orang sperti ini sangat membutuhkan bantuan orang lain


2. MALAS

Tiada hal apapun yang berhasil jika kata 'MALAS' diucapkan sebelum melakukan hal hal yang memajukan diri , walau banyak faktor membuat orang menjadi malas , tapi bukan berarti malas tak bisa dilawan , orang malas bagaikan melihat setumpuk emas 2 petak di depannya , tapi dia malah mengambil roti 1 petak di depan mata karena kemalasannya , hal ini membuat seseorang sulit berhasil , tips dari saya bunuh rasa malas , karena tiada hal yang memajukan diri sebelum kata malas hilang dari jiwa seseorang


3. QUITTER
seorang quitter akan menyerah ketika menghadapi 1 masalah yang rumit yang dihadapinya , padahal masih banyak opsi untuk menyelesaikan masalah tersebut , orang ini akan berpikir pendek dengan menyerah pada keadaan dan nasib , orang ini bagaikan orang yang dipukul tapi dia terima dengan lapang dada .. ingat , NASIB bukan sesuatu yang tak bisa dirubah dan masalah bukan sesuatu hal yang tak bisa dipecahkan .. ingat juga Tuhan tidak akan memberikan masalah jika hambanya tak mungkin memecahkannya


4. COMPLAINER
Orang seperti ini mungkin tidak akan pernah mencapai keberhasilan yang tinggi di hidupnya , setiap ada cobaan dia mengeluh , setiap ada masalah dia mengeluh , hidupnya bagai jalan di tempat tanpa arah tujuan , anggaplah manusia sebuah mobil dan pengemudinya adalah motivasi dan inovasi positif maka si pengeluh adalah mobil yang memiliki bensin namun tidak berpengemudi , maka dia akan tetap jalan di tempat sampai kiamatpun.ingatlah walau mengeluh adalah hal yang mudah dilakukan,tapi amat dibenci oleh Tuhan,minimalkanlah keluhan dan hadapi cobaan dan masalah dengan tegar , tenang , kepala dingin , dan jgn lupa minta petunjuk tuhan


5. SNAKE TONGUE
Orang seperti ini dalam hidupnya tidak akan pernah berhasil , tipe ini adalah orang yang suka menjatuhkan orang lain menggunakan kata-katanya , biasanya orang ini disebut juga penjilat , di depan mengatakan hal baik , namun di belakang mengatakan hal lain , orang seperti ini amat dibenci dan dijauhi oleh orang lain , maka keberhasilan akan jauh darinya .. seperti pelari dan garis finish maka orang ini berlari berlawanan dari garis finish , ingatlah kata - katamu harimaumu , gunakan lisan dengan rasional , jika ingin maju jangan lah maju dengan menjatuhkan orang lain , tapi gunakan potensi pribadi , setiap orang bisa BERHASIL , jika MAU


6. SINIS-tizer
Sinis-tizer adalah orang yang dalam hidupnya selalu berpandangan negatif , entah ketika orang lain ada yang ingin membantu , atau hal yang baik menimpa dirinya , maka dirinya akan senantiasa dikuasi perasaan negatif atau berpikir buruk , orang seperti ini biasanya belum menemukan jalan yang benar untuk berpikir , (saya pribadi kaya gini) .. orang seperti ini akan melihat langit bagai awan kelam dan badai , padahal dibalik itu semua ada pelangi yang indah , jadi ambil sisi baik nya bahkan dari kejadian atau hal terburuk yang pernah anda alami , dan mungkin hal baik dan keberhasilan akan disamping anda


7. SHATTERED MIRROR MAN
Orang seperti ini tidak pernah berkaca pada dirinya dan selalu mencoba memperbaiki orang lain tanpa pernah berkaca pada dirinya sendiri , bagai orang yang memakai pakaian kusut yang menceramahi orang agar memakai pakaian yang rapih , orang ini selalu berusaha membuat orang lain sesuai yang dia inginkan , tanpa melihat seperti apa dirinya .. saran saya sebelum memulai atau melakukan suatu perubahan lihatlah diri anda di cermin , dan terapkanlah sudah ada dimana kepribadian saya , sehingga saya bisa melakukan perubahan pada orang lain


8. DELAYER
orang seperti ini adalah ketika ada hal baik dan perubahan yang memajukan diri dia malah menunda nundanya , orang seperti ini terlalu santai pada hidupnya sendiri , padahal keberhasilan adalah soal waktu dan timing tapi dia malah menundanya dan mengatakan akan ada lain waktu , Ingat walau kesempatan bisa datang 2kali tapi bukan berarti kesempatan pertama bisa disia - siakan .. seorang DELAYER adalah seorang yang tidak bersyukur , padahal kesempatan tidak akan Tuhan berikan pada banyak kesempatan


9. HIGH RISKER
orang seperti ini adalah bagai penjudi dalam hidupnya sendiri , dia akan selalu mengambil resiko tinggi dalam menghadapi hal hal yang terjadi di hidupnya , orang tipe ini seperti orang yang diberi 2 pilihan antar terjun langsung ke tujuan atau melewati jembatan pohon , maka dia akan langsung memilih terjun tanpa memikirikan keselamatan dirinya , walaupun HIDUP ITU BERKOMPROMI DENGAN RESIKO , tapi bukan berarti ANDA HARUS BERJUDI DENGAN HIDUP ANDA SENDIRI , ketika ada pilihan yang lebih mudah di depan mata , mengapa harus mengambil jalan terjal ?


10. COWARD-BOY
berlainan dengan high risker maka coward-boy adalah ketika seseorang dihadapkan pada 2 pilihan maka dia tidak akan memilih , dia selamanya akan menjadi pengikut , bawahan , kroco , keberhasilan mungkin akan sulit diraihnya , bagaikan monolog dia akan selalu mengikuti gerak orang lain dan selalu berada di bawah pengaruh orang lain , akan sulit baginya menjadi berarti , maka BERANI LAH , HIDUP ADALAH TENTANG PILIHAN , HIDUP ADALAH TENTANG BERKOMPROMI RESIKO , GAGAL KARENA MENCOBA ADALAH HAL BIASA , Karena Setelah Gagal dan belajar dari kesalahan , KEBERHASILAN bagaikan emas di pelupuk mata

Minggu, 12 Juni 2011

Kendalikan Emosi


Dulu, aku orang yang bersifat pemarah. Aku tidak bisa meredam amarahku setiap hari. Ayahku menyadari hal ini.

Untuk mengurangi rasa amarahku, Ayahku memberikan sekantong paku dan mengatakan kepadaku agar aku memakukan paku itu ke pagar di belakang rumah tiap kali aku marah.

Hari pertama aku bisa memakukan 48 paku ke pagar belakang rumah. Namun secara bertahap jumlah itu berkurang. Aku menyadari bahwa lebih mudah menahan amarah ketimbang memaku paku ke pagar. Akihrnya aku bisa menahan dan mengendalikan amarah ku yang selama ini telah memburuku. Aku memberitakukan hal ini kepada Ayahku.

Ayahku mengatakan agar aku mencabut satu paku di pagar setiap hari dimana aku tidak marah. Hari-hari berlalu dan tidak terasa paku-paku yang tertancap tadi telah aku cabut dan lepaskan semua. Aku memberitahukan hal ini kepada Ayahku bahwa semua paku telah aku cabut.

Ayah tersenyum memandangku, dan ia menuntunku ke pagar. Dan berkata “Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. “Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas.”

Aku menyadari hal ini bahwa aku setiap kali marah aku teringat pada orang yang aku dendam tersebut. Ayah tambah berkata “Seperti lubang ini … di hati orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu … Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada …dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik …”

Terima Kasih Ayah, kini aku dapat meredam dan mengendalikan amarahku setiap saat dan setiap waktu.

Selasa, 09 November 2010

Love of a MOTHER

Seorang Ibu yang sudah tua duduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.
Si ibu bertanya:, “Itu burung apa yg berdiri disana?” “Bangau mama” anaknya menjawab dengan sopan.
Tak lama kemudian si mama bertanya lagi..
“Itu yang warna putih burung apa?” Dengan sedikit kesal anaknya menjawab “ya bangau mama?…”
Kemudian ibunya kembali bertanya..
“Lantas itu burung apa?” Ibunya menunjuk burung bangau tadi yang sedang terbang… Dengan nada kesal si anak menjawab “ya bangau mama. kan sama saja!.. memangnya mama gak liat dia terbang?”
Air menetes dari sudut mata si ibu tua sambil berkata pelan..
“Dulu, 35 tahun yang lalu aku memangkumu dan menjawab pertanyaan yang sama untukmu sebanyak 10 kali, sedangkan saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentakku 2 kali..”
Si anak tersentak, lalu memeluk mamanya.

Moral of this story
 Pernahkah kita memikirkan apa yang telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita? Sayangilah orangtuamu dengan sungguh-sungguh!
Mohon ampunan jika km pernah menyakiti hati Ibumu.
Sesungguhnya ia sangat takut, takut akan waktunya yang cuma sebentar di dunia ini. Karna suatu hari nanti, ia tak akan bisa melihatmu tertawa, melihatmu marah, menangis, tak bisa mengajarimu, tak bisa melindungimu lagi. Bilamana hari itu tiba, akankah kau menangisi kepergiannya?

Jumat, 15 Oktober 2010

Katakan Sebelum terlambat

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik-baik saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.
Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.

Dia menciumku maksimal dua kali sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal-hal seperti itu sebagai ungkapan sayang.
Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua di luarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.

Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran di kamar, atau main dengan anak kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.
Aku mengira rumah tangga kami baik-baik saja selama delapan tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, di suatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit di rumah sakit. Karena jarang makan dan sering jajan di kantornya dibanding makan di rumah, dia kena typhoid ( penyakit tipes ), dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama Meisha, teman Mario saat dulu kuliah.

Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan-akan waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat-kalimatnya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki-laki maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.
Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. Lima bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja. Aku mulai mengingat-ingat, 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari tiga kali. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung di depan komputernya. Atau termenung memegang ponselnya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,
"Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini? tidak mau makan juga? Uhh... dasar anak nakal, sini piringnya," lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba-tiba saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan....aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun!
Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang ke rumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.
Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis. Dia bisa hadir tiba-tiba, membawakan donat buat anak-anak, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan-jalan, kadang mengajakku nonton. Kali lain, dia datang bersama suami dan kedua anaknya yang lucu-lucu.

Aku tidak pernah bertanya apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu. Karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak di hatinya. Suatu sore, mendung begitu menyelimuti Jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.
Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, "Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha?"
Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

Dear Meisha,
Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak-anakku.
Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh-sungguh mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik-konflik terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.
Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon-pohon beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan-hutan belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.
Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki-laki yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.
Yours,
Mario

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia tujuh tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku. Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.
Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan di amplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.
Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa-sisa uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak-anakku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam-macam merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman-temanku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.
Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku? Itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.

Mario terus menerus sakit-sakitan, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus di dalam hatinya. Dengan pura-pura tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

**********
Setahun kemudian...
Meisha membuka amplop surat-surat itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

"Mario, suamiku....
Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja di kantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa di atas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku. .. Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku.....
Ternyata aku keliru.... aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukaimu.
Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, "Kenapa, Rima? Kenapa kamu mesti cemburu? Dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku."
Aku tidak perduli, dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.
Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan."
Istrimu,
Rima

Di surat yang lain,

".........Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha...... "

Di surat yang ke sekian,

".......Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.
Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah-marah padamu, aku tidak lagi suka membanting-banting barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalu menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang ke rumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur di samping tempat tidurmu, di rumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah.....
Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya.. ......"

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya... dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu di sampingnya.
Di surat terakhir, pagi ini...

"........... ...Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang ke rumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya di rumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujan deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.
Saat aku tiba di rumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran di matamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.
Tahukah engkau suamiku,
Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda-tanda cinta mulai bersemi di hatimu?"

Jelita menatap Meisha, dan bercerita,
"Siang itu Mama menjemputku dengan motornya. Dari jauh aku melihat keceriaan di wajah Mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah-marah kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya di seberang jalan. Ketika Mama menyeberang jalan, tiba-tiba mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi...... Aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante..... Aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak.... .." Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.

Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya ingin Rima membacanya. 
Dear Meisha,
Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah-marah dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba-tiba aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar.... Inikah tanda-tanda aku mulai mencintainya?
Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak-anakku, tapi karena dia belahan jiwaku....

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk di samping nisan Rima. Di wajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

Sabtu, 10 Juli 2010

Anang, Syahrini dan Krisdayanti

Anang barangkali telah bosan menjadi bagian dari berita atau gosip. Maka, di panggung ”Dahsyat” itu, dia menciptakan berita, meletikkan gosip: mencium kening Syahrini.
Sesuatu yang biasa sebenarnya.
Juga bukan hal yang tiba-tiba.
Dalam tayangan ulang itu, kita tahu, Anang dengan lembut menarikkan kepala Syahrini. Tak ada penolakan, Syarini mengikutkan tarikan itu, dan membiarkan keningnya dikecup. Tarikan itu, tentu Syarini tahu arahnya. Dan dia tak menolak. Dari gestur tubuh keduanya, kita dapat membaca, aksi panggung itu bukan sesuatu yang tanpa rencana.
Juga blalakan mata Syahrini, setelah ciuman itu.
Apalagi, untuk Anang, ini bukan kali pertama. Sepuluhan tahun lalu, dengan Krisdayanti, dia telah melakukannya dalam video klip “Berartinya Dirimu”, yang memancing sedikit kontroversi. Dan kemesraan semacam itu dia ulang terus dalam klip berikutnya.
Anang, tampaknya, percaya dengan ”teknik” sukses yang sama. Dia menciptakan kontroversi –lebih tepatnya sensasi– dalam suasana yang telah terbangun sebelumnya, konfrontasi rumah tangga. Ciuman itu, tentu saja benar sebagai tanda terimakasih Anang atas kesediaan Syahrini menjadi teman duetnya. Tapi, dalam ”pembacaan kedua”, terimakasih itu lebih untuk kesediaan Syahrini dalam membantu Anang ”melewati” Krisdayanti.
Di sini, Anang memainkan ”ingatan” mata, sebagai senjata pertama. Keterpilihan Syahrini otomatis akan membuat penonton, terutama infotainmen, secara langsung membandingkannya dengan Krisdayanti. Apalagi, lihatlah, cara bernyanyi Syarini, –amati bentangan tangannya, kibaran rambutnya, sampai pemosisian dirinya di hadapan Anang– plek sebangun dengan Krisdayanti. Syarini menang segar. Menang muda. Dan, dalam komentarnya kemudian, penonton juga tahu, Syarini menang manja.
Anang mendapat Syahrini yang ranum, pemula, dan muda. Krisdayanti menggaet Rahul Lemos yang uzur dan kaya. Kita tahu arahnya.
Tak heran, Krisdayanti akhirnya pun ikut bersuara. “Semoga sukses. Tapi kok memilih yang suaranya mirip saya, ya?” tanyanya, dengan blalakan mata yang khas itu.
Wajahnya juga mirip, kata infotainmen. “Lho, bukannya masih cantikan saya?” sergah KD.
Ingatan mata memang hanya bicara sebatas raga, membaca gestur, dan laku sensasi. Anang, dengan menggaet Syahrini, harus diakui, sukses mengelola hal ini.
Selanjutnya, Anang memainkan telinga publik.
Telinga publik, terutama dalam industri musik, ternyata menyimpan ingatan yang panjang. ”Ingatan” telinga itu jugalah yang, mengikuti Adorno dalam esainya ”On Popular Music” membuat industri musik membentuk standar. Lucunya, standarisasi itu bukan sesuatu yang terpola, tapi lebih mengacu pada telinga pasar. Sekali pola musik atau lirik meraih popularitas, skema itu akan diekploitasi sampai mencapai kelelahan komersial. Akibatnya, detil-detil dari satu lagi yang populer akan dapat dipertukarkan dengan detil lagu populer lainnya. Bom lagu-lagu berpola Melayu yang diusung ST 12, dapat menjadi contoh hal itu. Ratusan lagu yang sama, dengan lirik yang sebangun, kemudian menjadi standart baru industri musik saat ini. Ungu harus mendangdutkan diri, bahkan, Wali sampai harus diminta produsernya menjadi Melayu sebelum diterima telinga.
Anang mengerti benar wajah industri semacam itu.
Telinga publik dia isi dengan ingatan akan pola lagu sebagaimana dia duet dulu dengan Krisdayanti, dan lirik berisi cerita kesakitan senapas dengan “Separuh Jiwaku Pergi”. Dengarlah lirik duet yang diulang terus itu, ”Jangan memilih aku/ bila kau tak sanggup setia/ Kau telah mengerti aku/ diriku/ yang pernah terluka.”
Dengan memainkan ”ingatan” mata dan telinga publik, Anang mengangkat masa silam dan masa kininya secara bersamaan. Di panggung ”Dahsyat” itu, secara otomatis, penonton tak hanya menyaksikan keranuman Syahrini tapi juga kenaifan Krisdayanti. Di panggung itu, Anang menunjukkan bahwa dulu dia juga pernah berduet semanis dan semesra itu, dan kini dengan sosok yang berbeda, karena ”ada yang telah tak setia”. Anang dengan serius telah mengelola mata dan telinga publik untuk menaruh empati pada dirinya, dan menjadikan Krisdayanti sebagai terdakwa, tanpa harus dia bawa atau sebut namanya.
Syahrini, bagi Anang, adalah medium, media penyampai pesannya. Tapi, karena kata Marshall McLuhan, the medium is the message, media adalah pesan itu sendiri, maka Syahrini adalah pesan dengan wajah ganda: memikat pemirsa, sekaligus menembak Krisdayanti. Bukan hal yang luar biasa jika kemudian Anang mencium keningnya.

Rabu, 14 Oktober 2009

( Jika ) Saya Tidak Melucu

Saya bersyukur dianugerahi Tuhan bakat mudah melucu. Saya tegaskan, saya sebetulnya tidak lucu, cuma mudah melucu. Dari sisi tampang, saya lebih tepat disebut pemurung, kalau tidak terlalu kasar untuk disebut memelas. Karena kemudahan inilah sebagian kalangan menyebut saya sebagai lucu, sebutan yang sebetulnya mendatangkan banyak beban.

Tidak setiap kemudahan itu selalu mudah karena kadangkala malah mendatangkan kesulitan. Teman saya yang bertubuh jangkung justru selalu menjadi orang suruhan di setiap kesempatan ketika tinggi badan sedang jadi hambatan. Diminta mengambilkan ini, menyantolkan itu, atau menjangkaukan sesuatu.

Karena dianggap gampang mencari uang, maka kepadanya orang cenderung berhutang dan minta sumbangan. Karena berwajah rupawan seseorang jadi mudah tergoda dan rawan perselingkuhan. Karena dianggap lucu, setiap saat saya diminta untuk menghibur orang.

Permintaan secara terus terang sebetulnya tidak ada. Tetapi permintaan diam-diam itulah yang terus saja berdatangan. Sejak mahasiwa saya sudah sering ditanggap di berbagai forum diksusi kecil-kecilan. Apakah karena saya pintar? Tidak. Nilai rata-rata saya di kampus cuma cukup untuk lulus. Itupun lulus pas-pasan. Undangan itu datang pasti karena anggapan sebagai orang lucu itu. Tetapi sekali lagi, anggapan itu sebenarnya keliru. Karena jika boleh, mestinya saya lebih memilih tidak melucu. Jika di dekat saya telah ada orang lucu, saya akan dengan gembira berada di dekatnya meletakkan peran ini dan langsung nebeng tertawa. Jauh nian beda antara pihak yang tinggal tertawa dan pihak yang harus membuat tawa. Menjadi sekadar yang tertawa seperti orang kelaparan yang kepadanya disodorkan makanan kesukaan. Tetapi menjadi pembuat tawa, seperti koki, yang betapapun enak masakannya, ia telah lebih dulu mual oleh pengap asapnya. Jadi jika boleh memilih, kedudukan sebagai pihak yang sekadar tertawa pasti lebih menyenangkan.

Tetapi hidup memang tidak boleh memilih cuma apa yang kita suka. Karena lalu siapa nanti yang harus mengerjakan soal-soal yang kita tdak suka, tetapi amat dibutuhkan dalam hidup. Kerja bakti dan jaga malam adalah soal tidak saya sukai, tetapi ia dibutuhkan kampung saya. Menunggu adalah pekerjaan menjengkelkan, apalagi menungu cuma untuk disuntik misalnya. Tetapi semua itu dibutuhkan bagi kesehatan.


Melucu memang melelahkan, tetapi ia dibutuhkan untuk kegembiraan, setidaknya bagi keluarga saya. Karena pernah suatu hari saya menuruti kelelahan ini dan sama sekali tidak melucu seharian, rumasaya jadi terasa sunyi. Anak-anak menganggap bapaknya sedang susah, istri mengira suaminya sedang marah. Padahal sungguh tidak ada apa-apa. Hanya ingin istirahat saja. Tetapi dunia di rumah saya seperti berhenti berputar hanya karena saya menghentikan salah satu kebiasaan.

Keluarga jadi kehilangan separo kegembiraannya. Istri memasak sambil terdiam. Anak-anak yang biasanya belajar sambil menyanyi kini belajar sambil membisu. Mereka sesungguhnya tidak sedang belajar, tetapi sekadar membolak-balik buku. Televisi juga lupa dinyalakan. Sesisi rumah sepi-senyap karena semua sedang sibuk dengan kemurungannya sendiri-sendiri, cuma karena sebuah fungsi lupa dijalankan. Pada saat itulah, saya menyadari bahwa melucu adalah tugas. Dan ketika tugas  itu kembali saya jalankan dengan cara sederhana: misalnya cuma berjoget di depan kaca, seisi rumah langsung menemukan kembali barangnya yang hilang.